">
VIRAL
Susno Duadji : Jenderal Bintang 3 Yang Kini Jadi Petani

Susno Duadji : Jenderal Bintang 3 Yang Kini Jadi Petani

 TOKOH VIRAL — Lama tak terdengar setelah ramai saat berseteru dengan KPK dengan istilah ‘Cicak vs Buaya’ Begini Nasibnya Jenderal Bintang Tiga Susno Duadji Sekarang. 

Masih Ingat Jenderal Susno Duadji? Dulu Berani Lawan KPK 'Cicak vs Buaya' Begini Nasibnya Sekarang
internet
Dulu Susno Duadji adalah salah satu perwira tinggi polisi yang populer di zamannya dan pensiun dengan pangkat terakhir jenderal bintang tiga; Komisaris Jenderal (Komjen) dan pernah menjabat Kabareskrim Polri
Dikenal sebagai figur tegas dan kontroversial. Kini mantan Kabareskrim Mabes Polri ini sekarang menetap di kampung halamannya, di Pagaralam, Sumatera Selatan.

Dari jenderal polisi yang disegani, Susno Duadji beralih mengisi hari tuanya menjadi seorang petani.

Berbagai tanaman, sayuran, dan buah-buahan ditanam di tanah miliknya. Berbanding terbalik dulu saat menjadi pejabat Polri, penampilan Susno Duadji terlihat gagah dan keren. Namun, setelah menjadi petani, penampilannya pun tampak lebih sederhana.

Susno Duadji
Susno Duadji (Facebook Susno Duadji)

Ia tak pernah lepas dari kaus dan celana panjang gombrang.

Selain itu, ia pun kerap memakai topi untuk melindungi kepala dari sinar matahari. Tak lupa, handuk kecil pun kerap menggantung di pundak atau lehernya.

Aktivitasnya sebagai petani pun kerap dibagikan melalui akun Instagram-nya. Termasuk, saat Susno Duadji bersama petani desa lainnya beristirahat di tengah kebun.

Ia tampak cuek meski hanya beralaskan rerumputan yang tumbuh di sekitarnya.

Menurutnya, momen makan tersebut terasa lebih nikmat daripada makan di hotel berbintang.

Susno Duadji mengaku, bisa makan secara nikmat karena merasakan semilir angin disertai kicauan burung di alam bebas.

Halal bi Halal ala petani desa, di bawah pepohonan ditiup semilir angin sejuk, diiringi kicauan burung yg hidup bebas, rasanya lbh nikmat dp di “htl bintang”,” tulis Susno Duadji pada keterangan fotonya.

Selain itu, ada pula potretnya yang memamerkan hasil panennya berupa buah pisang.  Ia tampak bangga bisa menanam pisang yang buahnya berukuran besar.

Negeri ini sngt subur ; pagi ini sy panin pisang di halaman , buah nya gede,

tandan nya panjang, buah alami tanpa rekaya genetik, kalau mau kita bisa,” tulisnya.

Lalu, ada pula videonya saat blusukan ke hutan yang berada di kaki Gunung Dempo di kawasa Pagar Alam.

Ia menyebut tanah di sana sangat luas dan subur.

Betapa kayanya Sumatera Selatan khususnya daerah Pagar Alam dengan tanah yang subur.

Ini masuk Kota Pagaralam. Ini kebun, 22 tahun lalu ini kebun kopi, sangat bagus,

tapi karena lahan sangat luas, begitu kopinya tak berbuah-buah, pindah karena tanah masih sangat banyak, pindah lagi, pindah lagi,” ujar Susno Duadji pada video itu.

Ia pun menjelaskan kembali terkait kondisi tanah itu melalui keterangan videonya.

Sumatera Selatan di kaki Gn Dempo, lahan luas , subur, msh ada hutan, system ladang konvensional ; berpindah, skr sdh berubah menetap,” tulis Susno Duadji.

Dulu Susno Duadji Sosok Kontroversial

Sosok Susno Duadji menuai kontroversi sejak kisruh dua institusi, yakni KPK dan Polri.

Jenderal bintang tiga ini pula yang melontarkan istilah Cicak Vs Buaya.

Analogi cicak vs buaya itu pertama kali diucapkan Susno Duadji saat diwawancarai awak media.

Kala itu, pada 2009, Susno Duadji menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri.

Namun, pernyataannya justru mengundang reaksi publik yang signifikan.

Ujungnya, istilah Cicak Vs Buaya ini menjadi kasus besar di antara Polri dan KPK.

Nama Susno Duadji pun ikut terseret setelah membuat pengakuan bertemu dengan Anggoro Widjojo.

Tak berhenti di situ, kontroversi Susno Duadji yang dramatis itu membuat dirinya pun tersangkut kasus hukum.

Mulai dari kasus PT Salmah Arowana Lestari hingga pengamanan Pilgub Jabar.

Susno Duadji, jenderal kontroversial di Indonesia yang kini jadi petani
Susno Duadji, jenderal kontroversial di Indonesia yang kini jadi petani (Kolase Tribun Jabar (Tribunnews dan Instagram/susno_duadji))

Sejumlah kontroversi yang timbul dari sosok Susno Duadji ini membuat namanya terkenal di muka publik.

Tak berhenti di situ, kontroversi Susno Duadji yang dramatis itu membuat dirinya pun tersangkut kasus hukum.

Mulai dari kasus PT Salmah Arowana Lestari hingga pengamanan Pilgub Jabar.

Susno Duadji
Susno Duadji (facebook)

Sejumlah kontroversi yang timbul dari sosok Susno Duadji ini membuatnya namanya terkenal di muka publik.

Namun, sosoknya kini hilang dari sorotan publik. Susno Duadji tak lagi menjadi penegak hukum.

Ia memilih kembali ke kampung halaman dan mengadu nasib menjadi seorang petani.

Kasus korupsi yang melibatkan dirinya membuat Susno Duadji divonis 3,5 tahun penjaran dan denda Rp 4,2 miliar.

Susno Duadji dinyatakan bersalah saat menjabat Kepala Polda Jabar dengan memerintahkan pemotongan dana pengamanan pemilihan Kepada Jabar, yang merugikan negara sebesar Rp 8,1 miliar.

Tak hanya mendekam di balik jeruji besi, kasus korupsi yang melibatkannya juga membuat Susno Duadji dicopot dari jabatannya sebagai jenderal bintang tiga. Usai menyelesaikan hukumannya pada 2015 lalu, Susno Duadji pun memilih untuk pulang ke kampung halamannya.

Tak hanya itu, baru-baru ini Susno Duadji juga memamerkan hasil panen pisang miliknya pada Senin (10/6) lalu. Baginya, pertanian harus dikedepankan untuk meningkatkan kesejahteraan pertani desa. Susno juga menuliskan pesan untuk anak-anak muda untuk tidak malu bertani.

Profil dan Biodata

Komjen Pol (Purnawirawan) Drs Susno Duadji, SH, MSc. (lahir di Pagar Alam, 1 Juli 1954; umur 64 tahun) adalah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) yang menjabat sejak 24 Oktober 2008 hingga 24 November 2009.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kapolda Jawa Barat.

Susno Duadji adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Ayahnya bernama Duadji dan ibunya bernama Siti Amah. Ia adalah suami dari Herawati dan bapak dari dua orang putri.

Lulus dari Akabri Kepolisian 1977, Susno yang menghabiskan sebagian kariernya sebagai perwira polisi lalu lintas, dan telah mengunjungi 90 negara untuk belajar menguak kasus korupsi.

Kariernya mulai meningkat ketika ia dipercaya menjadi Wakapolres Yogyakarta, dan berturut-turut setelah itu Kapolres di Maluku Utara, Madiun, dan Malang.

Susno mulai ditarik ke Jakarta, ketika ditugaskan menjadi kepala pelaksana hukum di Mabes Polri dan mewakili institusinya membentuk KPK pada tahun 2003. Tahun 2004 ia ditugaskan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Sekitar tiga tahun di PPATK, Susno kemudian dilantik sebagai Kapolda Jabar dan sejak Januari 2008 menggantikan Irjen Pol. Soenarko Danu Ardanto. Ia menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri pada Oktober 2008 menggantikan Komjen Pol. Bambang Hendarso Danuri yang telah dilantik sebagai Kapolri.

Susno Duadji sempat menyatakan mundur dari jabatannya pada tanggal 5 November 2009, akan tetapi pada 9 November 2009 ia aktif kembali sebagai Kabareskrim Polri. Namun, pada 24 November 2009 Kapolri secara resmi mengumumkan pemberhentiannya dari jabatan tersebut.

Kode sebutan (call sign) Susno sebagai “Truno 3” atau orang nomor tiga paling berpengaruh di Polri setelah Kapolri dan Wakapolri, menjadi populer di masyarakat umum setelah sering disebut-sebut terutama dalam pembahasan kasus kriminalisasi KPK.

Meskipun demikian, kode resmi untuk Kabareskrim Polri sesungguhnya adalah “Tribrata 5” atau nomor 5 di Polri setelah Kapolri, Wakapolri, Irwasum Polri dan Kabaharkam Polri, sedangkan “Truno 3” adalah kode untuk Direktur III Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Bareskrim Polri. Adapun Direktur III/Tipidkor Bareskrim Polri saat itu adalah Brigjen Pol. Yovianes Mahar. yang kini menjabat sebagai Irwil II Itwasum Polri.

Riwayat karier Susno Duadji selama aktif berkarier di Polri, ialah sebagai berikut :

Pama Polres Wonogiri (1978)

Kabag Serse Polwil Banyumas (1988)

Wakapolres Pemalang tahun (1989)

Wakapolresta Yogyakarta (1990)

Kapolres Maluku Utara (1995)

Pamen Hubinter Sdeops Polri (Penugasan di Bosnia) (1995)

Kapolres Madiun(1997)

Kapolres Malang (1998)

Wakapolwitabes Surabaya(1999)

Wakasubdit Gaptid Dit Sabhara Polri (2001)

Kabid Kordilum Babinkum (2001)

Kabid Rabkum Div Binkum Polri (2001)

Pati Yanma Polri (Wakil Kepala PPATK) (2004)

Kapolda Jawa Barat (Jan 2008-Okt 2008)

Kabareskrim Polri (Okt 2008-Nov 2009)

Pati Mabes Polri (Non Job) (Nov 2009-Mar 2011)

Penasehat Koorsahli Kapolri (Mar 2011-Aug 2012)
Pendidikan

Susno Duadji merupakan lulusan Akabri Kepolisian dan mengenyam berbagai pendidikan antara lain PTIK, S-1 Hukum, S-2 Manajemen, dan Sespati Polri.

Ia juga mendapat kursus dan pelatihan di antaranya Senior Investigator of Crime Course (1988), Hostage Negotiation Course (Antiteror) di Universitas Louisiana AS (2000), Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur Malaysia (2001), Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003), serta Training Anti Money Laundering Counterpart di Washington, DC, Amerika Serikat. (wikipedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*