">

Surga dan Pilihan Capres

REOTAC.COM –AKHIR-AKHIR ini bangsa ini lagi menghadapi ancaman serius yaitu gempuran berita hoaks yang menganggu kesatuan dan kerukunan warga. Berita hoaks yang sengaja diciptakan buzer-buzer yang dibayar untuk diumpankan kepada pendukung fanatik tertentu. Diiming-imingi dapat pahala semu, akhirnya berani menyebarkan kabar hoaks yang sangat identik dengan kabar fitnah.

Fitnah masih banyak kita temukan di media sosial kita yang dilakukan dengan sengaja atau ketidaktahuan mereka dengan tujuan menjatuhkan orang lain atau untuk tujuan buruk lainnya. Fitnah merupakan suatu perbuatan penisbatan kepada orang lain dimana orang yang di tuduh tidak melakukan perbuatan tersebut.

Lebih cilaka lagi, gara-gara pilihan, ada segelintir manusia yang melakukan fitnah dengan beranggapan telah melakukan ibadah atau berjuang untuk kebenaran. Demi harapan, pilihannya bisa menang dan dirinya merasa menjadi pahlawan atau pembela kebenaran. “Waduh..belajar agamanya di mana? Kitab apa yang dikajinya dan siapa gurunya ya?” guman Mbah Man seolah-olah bertanya pada dirinya sendiri.

Selidik punya selidik, ternyata Mbah Man tengah menanggapi video yang sedang viral tentang kabar bohong terhadap pasangan capres tertentu di Perumnas Tekukjambe, Karawang, Jawa Barat. Dalam video tersebut, nampak dua orang wanita yang tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah untuk tidak memilih salah satu pasangan. Katanya, kalau memilihnya tidak akan ada lagi suara Adzan di Bumi ini dan yang lainya? Bukankah selama ini masih berkumandang Adzan dimana-mana?

Kini, Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra menyebut, tiga perempuan yang terkait dengan dugaan video berisi kampanye hitam diamankan ke Polda Jabar untuk menghindari konflik. Namun, ia tidak menyebut identitas ketiga perempuan itu. “Tiga orang wanita tersebut diamankan tadi malam. Ketiganya juga meminta perlindungan kepada kepolisian sehingga ketiganya diamankan ke Polres Karawang, kemudian dibawa ke Polda (Jabar) untuk dilakukan penyelidikan selanjutnya,” katanya.

Meski kasus ini sudah ditangani pihak terkait, Mbah Man masih tidak habis pikir, demi pilihannya kok berani-berani menyebarkan fitnah yang keji demi tujuannya. “Apa nggak takut sama dosa ya?” ujarnya lagi.

Menurut kamus bahasa Indonesia, fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang. Sedangkan memfitnah adalah menjelekkan nama orang (menodai nama baik, merugikan kehormatan, dan sebagainya).

Pada hal, lanjut Mbah Man, fitnah adalah perbuatan yang sangat tercela karena dengan melakukan fitnah maka kita dapat mencemarkan nama baik, menurunkan harga diri orang yang di fitnah, dan banyak lagi masalah yang akan timbul untuk orang yang di fitnah. Sehingga muncul pepatah bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Maka fitnah merupakan dosa yang paling dibenci Allah dan dilarang dalam Islam karena dapat mencegah seseorang masuk surga.

Namun, semuanya terserah manusianya, makanya Mbah Man memberikan nasihat kepada orang-orang di warungnya. “Kalau mau masuk surga, carilah ilmunya dengan mengaji dengan benar, lalu diamalkan agar mendapatkan pahala sehingga tambah keimanan kita dan mengantar kita ke surga, bukan karena memilih pimpinan,”. Siaaap! (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*