">
VIRAL
Orang Baik Umurnya Pendek adalah Mitos

Orang Baik Umurnya Pendek adalah Mitos

MAUT rezeki dan jodoh itu adalah misteri Ilahi yang sulit untuk diterima manusia, kecuali hanyalah orang-orang Iman saja yang bisa menerimanya. Kadang kala kita sulit menerima Qodarulloh yang tidak sesuai dengan niat dan keinginan kita.
KEPERGIAN Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyisakan duka mendalam bagi banyak masyarakat Indonesia.Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Kanker Modern St Stamford, Guangzhou, China, Minggu pukul 02.20 waktu Guangzhou. Ia meninggal dunia pada usia 49 tahun. Kenapa begitu cepat beliau dipanggil?Pernah pada suatu kesempatan setelah selesai wawancara, almarhum saya mintai tanggapan tentang anggapan bahwa orang baik akan cepat dipanggil Alloh. Dengan terkekeh beliau menanggapinya, “Jangan pernah merasa diri kita sebagai orang baik. Karena hal itu akan membelenggu diri kita, akibatnya, semua perbuatan kita lakukan tidak ikhlas dan terbelenggu agar diakui orang lain sebagai orang baik,”.

Jangan pernah berhenti berusaha untuk menjadi orang baik apalagi takut berumur pendek, karena umur berapa kita akan dipanggail Sang Khalik sudah ditentukan Alloh. Maut, jodoh, rezeki itu sudah ditentukan Alloh. Kita sebagai manusia hanya menjalankan peran dan berusaha menjadi orang baik dan banyak bermanfaat bagi orang lain.

Itulah obrolan singkat dengan sosok yang sangat dikenal dekat dengan awak media dan kapan saja ditelepon tidak pernah menolak dan membeda-bedakan dari media mana. Kini sosok itu telah dipanggil Tuhan selama-selama, tidak hanya awak media, tokoh nasional atau masyarakat sangat kehilangan atas kepergiannya.

Presiden Joko Widodo pun memberikan tanggapan “Hidup itu bukan soal panjang-pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain,” kata Pak Sutopo, suatu ketika. Dan ia mengamalkan kalimat itu dengan baik,” tulis Jokowi mengulang ucapan Sutopo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengakui Pak Topo, panggilan akrab Sutopo, merupakan seorang pekerja keras dan cerdas. Selama berjuang melawan kanker, beliau sangat sabar dan ikhlas. Bahkan masih menyempatkan diri melayani masyarakat dengan memberi informasi tentang kebencanaan. Sebuah dedikasi yang luar biasa dari seorang abdi negara.

Pandangan gubernur almarhum Sutopo merupakan sosok informan terbaik mengenai kebencaaan baik saat kejadian maupun pasca terjadinya bencana. Termasuk mengemas kalimat istilah terkait kebencanaan dan itu butuh kecerdasan.

Menurut Ganjar, hal yang menjadi istimewa pada pribadi almarhum Sutopo ialah cara dia menyampaikan informasi melalui media sosial secara real time dinilai sesuai zaman millenial. Itu mengubah paradigma birokrasi terkait cara berkomunikasi dengan masyarakat. Atas itu beliau juga mendapat penghargaan baik nasional maupun internasional dan itu perlu dicontoh.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal pun mengatakan bahwa semua data yang diharapkan, informasi apa pun diberikan, dan betul-betul menjiwai, soul-nya luar biasa. Itu humas sejati.

Selamat Jalan, Pak Sutopo. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi-Nya kekuatan dan kesabaran. Amin ya rabbal alamin. Semoga akan muncul Sutopo-sutopo yang lain untuk memberikan informasi kebencanaan untuk masyarakat banyak khususnya Indonesia. Semoga! (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*