">

Makam Keramat dan Pileg

REOTAC.COM — BERBAGAI cara dilakukan seseorang untuk memujudkan impiannya, entah itu karir atau pun kesejahteraan. Tergantung dengan kepahaman agama dan keyakinannya, bahkan ada sekedar ikut-ikutan atau terbuai rayuan seseorang untuk melakukan ritual mistis. Misalnya mendatangi tempat-tempat yang dianggap keramat atau dikeramatkan dengan syarat-syarat tertentu dan waktu tertentu. Itu sah-sah saja, karena keyakinannya seperti itu.

Apalagi ini zamannya pemilihan caleg dan pilpres? Ada sejumlah calon legislatif (caleg) yang melakukan beberapa cara untuk menang dan berhasil duduk di kursi dewan. Selain datang langsung menemui konstituennya, pasang baliho atau menyebar publikasi untuk meraih simpati warga, juga melakukan cara-cara di belakang layar.

Sebut saja datang ke orang pintar, minta doa rohaniwan, ziarah ke makam keramat dan serupanya. Di Jawa Tengah banyak hal itu terjadi, meski dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Bahkan ada penawaran dari orang pintar untuk melakukan ritual mistis.

Menurut pakar antropologi, Nur Hidayat Sardini menilai upaya Caleg memenangkan pemilu dengan mendatangi orang pintar atau berziarah dan berdoa di makam keramat adalah upaya untuk mencari cantolan dari keresahan hati. Mereka beranggapan upaya tersebut adalah yang paling nyaman.

Mereka yakin dengan mendatangi orang yang dianggap memiliki sifat linuwih atau mampu membaca yang tidak kasat mata tujuannya akan dikabulkan oleh Allah.Benarkah?

Namun, apakah cara tersebut bisa menjawab apa yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilu? Tentu tidak bisa dipastikan. Mungkin cara yang lebih fana tidak didapat maka larilah ke orang pintar, paranormal atau spiritualis atau sejenisnya.
Pada hal menurutnya, dalam pemilu itu dalam rangka meyakinkan orang. Jika mampu mendekatkan diri ke masyarakat maka mereka pasti akan terpengaruh dan akhirnya memilih si caleg. Dengan intensitas tinggi mendatangi masyarakat maka orang yang didatangi tersebut lama kelamaan akan luluh dan menjatuhkan pilihan padanya. Cara memperoleh suara dengan datang ke dukun tidak akan bisa dinilai efektif atau tidak.

Metode kampanye yang paling tepat tetap door to door kepada pemilih. Pergi ke kampung-kampung dan sampaikan visi misi dengan mendekatkan diri ke pemilih akan jauh lebih efektif. Strategi mendatangi orang pintar kurang efektifitas. Bahkan hal tersebut bisa dibilang justu lari dari kenyataan, apalagi dunia hadir dalam realitasnya.
Musim pemilu atau pilkada memang bisa jadi lahan emas bagi individu-individu yang ingin mereguk keuntungan. Seperti diantaranya jadi calo orang pintar atau bahkan mendadak dirinya menjadi orang pintar dengan menawarkan hal-hal mistis, membentengi diri secara gaib atau memandu dengan mendatangi makam keramat.

Seperti diberitakan Tribun Jateng, edisi Senin (11/3) kemarin, salah satu komplek yang dikeramatkan terlihat banyak caleg berdatangan, khususnyapada malam Jumat dan Jumat Kliwon. Tingkah para caleg saat mendatangi makam juga aneh-aneh. Ada yang membawa buah-buahan, dan juga sesajen lain.

Makam tersebut seolah menjadi magnet calon legislator untuk mendulang suara. Selain berdoa di depan makam, para caleg juga menempelkan alat peraga kampanye di dinding depan kompleks makam tersebut. Kebanyakan mereka memilih waktu di malam hari dengan alasan bisa lebih khusyuk karena jumlah pengunjung tidak sebanyak
saat siang hari.

Calon pejabat dan legislatif yang datang ke makam, mempercayai bahwa apa yang diminta dan dikehendaki atau mempunyai hajat akan direstui dan terkabul. Banyak yang berdoa di makam, dan apa yang dihajatkan mereka terkabul. Benarkah?

Mbah Man yang mendengar kabar tersebut hanya diam membisu. “Saya juga heran, kenapa dia tidak minta langsung saja ke Tuhannya, doa malam diperbanyak dan shalat dan doa hajat dikuatkan sambil terus bersosialisasi di dapilnya,” ujar Mbah Man kemudian. Yang terpenting menjadi wakil rakyat itu adalah mengemban amanah yang sangat berat, karena bila ingkar atau tak memenuhi janjinya akan menjadi ganjalan mereka di akhirat nanti. Mbah Man tetap yakin dengan cara dan usaha yang baik dan benar akan menghasilkan wakil-wakil rakyat dan pemimpin-pemimpin rakyat yang baik dan amanah. Semoga!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*