">

Kaum Enjoy Tanggapi Hasil Pilpres 2019

REOTAC.COM — TUJUH BULAN yang lalu, saya masih ingat betul ada kawan pamitan di media sosial untuk off tidak bersapa ria karena tidak tahan melihat cacian, ajakan, ejekan, fitnahan dan sejenisnya. Alasannya, dia tidak ingin berdebat, berantem atau kehilangan persaudaraan karena pekerjaannya sehari-hari sangat membutuhkan persahabatan dan persaudaraan melalui media sosial.

Setelah pencoblosan pilpres dan pileg kemarin, dia kembali mengudara. Ternyata, harapannya akan adem, damai dan saling sapa dengan hangat ternyata malah bertambah masif dan cenderung menggila. Dia pun berpamitan kembali, “Gus aku mau tidur dulu, kalau perdebatan pilpres selesai minta dibangunkan.

Saya tahu, sebenarnya ini hanya sindiran bagi netizen yang masih bertengkar mempermasalahkan hasil pencoblosan dengan munculnya hitung cepat. Mulai dihembuskan, curang hingga jaga server KPU hingga minta hacker ‘Alien- agar ikut menjaga. Kini pun, pendukung paslon semakin membabi buta menge-share data-data yang katanya real count dan sebangsanya.

Dunia persilatan media sosial pun kembali hingar bingar untuk adu argumen, adu data (yang belum pasti kebenarannya). Entahlah, sikap ini sampai kapan? Mbah Yai pun nimbrung, mungkin sampai dia ketemu dengan ‘Surganya’. Bukankah surga diwariskan dengan apa-apa yang beramal kalian, bukan berdasarkan pilihan presiden Anda.

Tapi bagaimana dengan lembaga resmi yang menjalankan amanah rakyat Indonesia ini, mereka saja tidak dipercaya dengan berbagai stempel berat sebelah, curang dan sebagainya? Gimana kalau diganti saja personelnya sama mereka-mereka yang menuduh dan tidak percaya itu? Kira-kira tambah hancur atau adil? Entahlah, jangan berandai-andai, suruh saja mereka nanti untuk ikut seleksi mendaftar KPU dan mendapat amanah untuk jadi penyelenggara pemilu ini. Biar tidak asal ngomong dan mencaci. Berani! Kita tunggu di waktu pendaftrannya KPU ke depan.

Tokoh-tokoh nasional pun meminta semua masyarakat dan pendukung paslon untuk bersabar menunggu hasil resmi KPU. Bila tidak percaya, bisa kumpulkan bukti-bukti kecurangan, kesalahan input atau apalah namanya untuk nantinya diajukan ke Mahkamah Kontitusi.

Sebaliknya, melihat kondisi seperti ini KPU jangan main-main dan bersikap curang, karena hasilnya adalah untuk menentukan pemimpin yang memiliki hak untuk membangun Negeri ini. Saya setuju dengan saran Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) yang meminta lembaga penyiaran ikut mengawal proses penghitungan suara atau real count yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU). Dengan melakukan pengawalan penghitungan suara real count KPU, diharapkan publik mengetahui informasi pemilu yang valid untuk menghindari kesalahan persepsi.

Bagaimana dengan yang ngotot dukungannya yang menang? Mbah Yai pun mengingatkan saat Amr bin Ash ditanya oleh Muawiyah.

Siapakah orang yang paling sabar? Orang yang akal sehatnya mampu mengalahkan hawa nafsunya. Siapakah orang yang paling pemurah? Orang yang mengorbankan dunianya untuk kebaikan akhiratnya. Siapakah orang yang paling gagah berani? Orang yang sanggup menolak amarahnya dengan sifat santunnya.

Lalu siapakah orang yang paling enjoy saat ini, Pak Yai? Orang yang masih bisa tersenyum, ketika temannya ngotot bicara politik padahal dia tidak tahu data yang sebenarnya. Dan, orang ini tetap enjoy, meski temannya nanti akan delete status atau pura-pura lupa ‘pernah ngotot’ ketika jagoannya kalah. Jadi enjoy saja sambil menunggu pengumuman resmi KPU. Dijamin Anda akan jadi Kaum Enjoy dan nyaman bergaul dan bersosialisasi demi Negeri Tercinta ini. Semoga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*